Strategi Guerilla Marketing Untuk Sosial Media

Berita Terbaru Digital Marketing – Bagaimana cara membuat iklan di media sosial tanpa mengeluarkan banyak uang? Pertanyaan seperti inilah yang sering muncul di kalangan pebisnis pemula dengan anggaran pemasaran yang terbatas. Jika dihadapkan pada situasi seperti ini, pemasaran gerilya untuk media sosial sangat menarik untuk dicoba. Guerilla Marketing merupakan strategi pemasaran yang melibatkan audiens dengan cara kreatif dan inovatif. Selain itu strategi ini juga akan membutuhkan biayanya rendah atau tidak konvensional.

Strategi Guerilla Marketing Untuk Sosial Media

Strategi pemasaran ini dibuat untuk perusahaan kecil dengan anggaran terbatas. Supaya dapat bersaing dengan perusahaan yang mempunyai dana atau modal pemasaran yang besar. Meski nonkonvensional, strategi pemasaran ini dapat memberikan hasil yang maksimal. Apalagi jika dipadukan dengan strategi media sosial yang tepat. Berikut tips penerapan pemasaran gerilya yang bisa Anda coba:

  1. Jangan Membuat Konten yang Menyinggung

Menjalankan iklan yang mengejutkan adalah cara jitu untuk menarik audiens. Apalagi sekarang publisitas adalah segalanya. Selama menarik perhatian audiens ke suatu perusahaan atau bisnis, ada berbagai cara untuk melakukannya. Bahkan jika strategi pemasaran ini dapat menyinggung perasaan orang lain. Topik yang dapat menyinggung audiens seperti konten rasial, kepentingan politik di dalamnya, dan merendahkan orang lain yang tidak sejalan dengan bisnis Anda. Itu berarti publisitas yang buruk.

Jika Anda ingin mempunyai reputasi bisnis yang baik sebaiknya hindari pemakaian strategi pemasaran yang kontroversial ini. Karena hanya perlu beberapa detik untuk ulasan negatif pelanggan menghancurkan reputasi bisnis Anda. Padahal butuh waktu lama untuk membangun usahanya. Apakah risikonya sepadan? Jadi, ciptakan kampanye pemasaran yang efektif dan kreatif tanpa menyinggung pihak manapun.

  1. Perhatikan aspek visual

Menempatkan media visual ke dalam kampanye pemasaran gerilya adalah cara yang efektif untuk mendapatkan pengakuan audiens. Orang lebih suka melihat gambar dan video daripada menulis. Karena video dan gambar lebih menarik dan lebih mudah dicerna. Misalnya, pemasaran gerilya ALS Ice Bucket Challenge. Orang-orang memfilmkan menuangkan seember es pada diri mereka sendiri, kemudian menantang teman atau keluarga untuk melakukan hal serupa. Nantinya video tersebut akan menyebar dan kemudian menjadi viral dalam waktu yang singkat. Melalui aksi ini dapat disimpulkan bahwa visual memiliki pengaruh yang sangat kuat dan melekat.

  1. Buatlah konten semenarik mungkin

Iklan pemasaran yang hebat tidak berhenti hanya dengan minat visual. Namun, bagaimana visual tersebut menjadi konten yang menarik membuat penonton ingin bergabung. Keterlibatan audiens inilah yang membuat konten Anda menjadi viral. Salah satu cara untuk membuat konten menarik adalah dengan membuatnya menjadi sebuah kontes. Hal ini dikarenakan para Audiens lebih suka segala sesuatu yang praktis dan tidak ribet.

Oleh karena itu, berikan tantangan yang sederhana dan mudah dilakukan agar penonton senang mengikutinya tanpa kewalahan. Misalnya ALS Ice Bucket Challenge di atas. Karena tantangan yang diberikan cukup mudah, orang-orang tertarik untuk mencobanya dan membagikan videonya di media sosial hingga akhirnya viral. Asyik bukan?

  1. Ramah Seluler

Seiring dengan perkembangan teknologi, perangkat seluler telah menjadi aspek penting dalam kehidupan sehari-hari. Ponsel tersebut seolah-olah melekat pada tangan dan mengikuti pemiliknya kemanapun ia pergi. Keberadaan ponsel membuat masyarakat lebih memilih cara praktis mendapatkan informasi melalui perangkat seluler tersebut. Misalnya, kegiatan membaca berita. Orang-orang saat ini lebih suka mengakses portal berita melalui ponsel daripada membaca media cetak.

Mengingat popularitas ponsel ini, Anda harus mempertimbangkan untuk membuat iklan pemasaran yang ramah seluler. Sehingga apapun kampanye pemasaran gerilya untuk media sosial yang Anda jalankan, audiens Anda dapat berpartisipasi tanpa kesulitan. Mereka hanya perlu membuka smartphone mereka dan mendapatkan iklan pemasaran di satu tangan.